Once upon a time... guru saya menyuruh untuk membuat film (tugas wajib), banyak kesialan yang kami temui. Bahkan pada akhir pengumpulan tugas pun kami masih bertemu dengan masalah - masalah. WTH!! Yaaa.. pada akhirnya kami pun mendapatkan ilmu dalam membuat film indie.
Saat semua hasil video yang kami take tinggal di edit, hardisk kesayangan saya hilang! Shit nya lagi, banyak video yang udah selesai di-edit saya simpan disitu. kammmpprreeet kamsupek yang tidak mau balikin hardisk saya. Jadi film yang kami produksi pun jadi cacat dan apa adanya. Tapi kami tetap stay cool, didepan kamera sekalipun tidak mau menunjukan wajah galaulovers.
Bumi pun serasa tidak berpihak pada saya saat itu. ingin rasanya saya menelan gajah hidup - hidup biar keselek lalu hilang dari peradaban. wajah pemain yang lusuh pun semakin membuat saya ingin mematahkan semangat dan ide - ide saya dalam pembuatan film ini. Tapi support dari teman lah yang membuat saya tidak kalah terhadap putus asa, cia ela bahasanyeh.
tidak hanya itu wajah lumus yang tertangkap sisitepi.
selama shooting, jadwal tatap hidung sesama pun semakin sering, jadi bukanlah suatu aib apabila ada yang cinlok bahkan jadian.
Ocehan sutradara pun tidak berlaku lagi. selaku sutradara, saya ingin menggigit, mengunyah, lalu menelan script mentah-mentah. WTH!! jagad raya tidak berpihak pada saya saat itu bahkan dewi fortuna pun enggan mencium aroma saya. ya! sudah 2 hari saya tidak mandi, hanya cuci muka.
Keakraban yang menciptakan iklim yang hangat itulah yang mendorong kami tetap menyelesaikan tugas bahasa Indonesia ini. Di sela shooting, kami tetap bercanda dan saling menertawakan akting masing - masing. yah, walaupun saya masih setress kehilangan hardisk saya yang tercinta.
Suasana kekeluargaan pun tercipta dengan indahnya, kesulitan dan adegan yang terus menerus diulang bukanlah bagian yang membuat kami geram, bahkan sampai sekarang itu tetap menjadi bahan buat lucu - lucuan.
film "Behind The Scene" tidak lepas dari peran penting sang editor, Indah pun diuji pada akhir pembuatan video menuju film yang sebenarnya.
Hingga pada saat pemotretan cover, kami tetap berteman hangat. Terima kasih buat teman - teman yang selalu mendukung selesainya tugas ini. I'll miss you.
Cover Depan
Cover Tambahan










Terima kasih sudah berkunjung, i'll miss you.
BalasHapus